Multi Peran Suami
Renungan No Comments »Oleh: Purwanto (Karyawan swasta di Batam)
Sebelum menikah, bayangan saya kalau sudah punya istri itu semua serba enak, serba menyenangkan. Dimasakkan, dicucikan, disetrikakan baju, pokoknya semua yang berhubungan tugas rumah tangga dikerjakan istri. Semasa kuliah dulu, di kontrakan, ada saja teman yang tidak bisa rapi. Kamar berantakan, cucian menumpuk, bahkan bau karena direndam berhari-hari. Kalau pun sudah dicuci, ada juga yang berhari-hari tidak diturunkan dari jemuran. Juga segelas piring bekas makan dan minum yang terlantar di dapur, tugas piket bersih-bersih rumah sering “lewat”, dengan alasan klasik, afwan ane sibuk.. Ada juga yang bilang… “Ya kalau punya istri ntar kan ada yang rapiin”. Iya kalau dapat istri yang rapi, mudah-mudahan begitu, boleh saja berharap demikian, tetapi kalau kenyataannya bertolak belakang, bagaimana? Apalagi saya juga pernah mendapat cerita tentang para akhwat, ternyata kasusnya juga sama. Kamar berantakan, cucian menumpuk, bahkan ada juga yang mencuci saja tidak bisa, seringnya malah ke laundry. Makan termanjakan dengan beli di warung, karena tidak bisa masak sama sekai.
Read the rest of this entry »